Palu, 11 Februari 2026
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, memaparkan rencana program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang akan dilaksanakan pada tahun 2026, dengan pagu anggaran yang dapat dimanfaatkan sebesar Rp52,12 triliun. Pemaparan tersebut disampaikan dalam rapat bersama Komisi X DPR RI di Jakarta, Rabu (21/1).
Isi program difokuskan pada upaya mewujudkan visi “Pendidikan Bermutu untuk Semua”. Agenda strategis yang dipaparkan adalah Program Pembangunan dan Revitalisasi dengan target mencapai 11.744 satuan pendidikan. Selain itu, Program Digitalisasi Pembelajaran akan menjangkau 288.865 satuan pendidikan melalui pendampingan pemanfaatan perangkat pembelajaran dan penguatan konten digital.
Dalam upaya pemerataan akses pendidikan, Kemendikdasmen juga memperluas Program Indonesia Pintar (PIP) hingga jenjang PAUD dengan sasaran sekitar 19,48 juta peserta didik dari keluarga kurang mampu, serta penanganan 191.697 Anak Tidak Sekolah (ATS) yang menjadi prioritas program. Untuk meningkatkan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan, pemerintah menargetkan pelatihan bagi 119.888 guru dan tenaga kependidikan dalam berbagai bidang, termasuk pembelajaran mendalam, bimbingan konseling, STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), Bahasa Inggris, literasi dan numerasi, serta kepemimpinan sekolah. Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) ditargetkan menjangkau 41.692 guru untuk memperoleh sertifikat profesi, sementara program peningkatan kualifikasi akademik S1/D4 berkelanjutan akan menyasar 150.000 guru. Sebagai bagian dari peningkatan kesejahteraan, insentif bagi 798.905 guru non-ASN juga akan dinaikkan menjadi Rp400 ribu per orang per bulan.
Selain itu, Kemendikdasmen menguatkan aspek karakter peserta didik melalui kampanye “Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH)”, layanan budaya belajar aman dan nyaman, Gerakan Rukun Sama Teman, serta layanan inklusivitas yang melibatkan sekolah, keluarga, masyarakat, dan media. Di bidang literasi dan kebahasaan, program revitalisasi bahasa daerah menyasar 7.755 peserta, sementara pencetakan dan distribusi buku bacaan bermutu akan menjangkau 27.627 satuan pendidikan SD dan SMP.
Kemendikdasmen juga menyiapkan sejumlah direktif tambahan yang berasal dari arahan Presiden, seperti penambahan sasaran revitalisasi satuan pendidikan hingga 60.000 sekolah melalui Anggaran Biaya Tambahan (ABT) dan penambahan tiga papan interaktif digital (PID) di setiap satuan pendidikan. Pemerintah juga akan memberikan bantuan buku tulis dan alat tulis untuk siswa kelas awal SD serta merencanakan pembangunan sekolah terintegrasi di tingkat kecamatan untuk mencetak lulusan yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.
Tentunya, Provinsi Sulawesi Tengah menjadi salah satu fokus implementasi program prioritas Kemendikdasmen, mengingat mutu pendidikan di daerah ini masih menghadapi berbagai tantangan. Data Badan Pusat Statistik (BPS, 2024) menunjukkan bahwa rata-rata penduduk Sulawesi Tengah hanya menamatkan pendidikan hingga jenjang SMA/sederajat. Selanjutnya, dalam Rencana Strategis Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2021–2026 disebutkan bahwa capaian mutu pendidikan pada jenjang SMA masih tergolong rendah. Selain itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Tengah mencatat sekitar 4.900 anak putus sekolah, baik yang tidak melanjutkan pendidikan dari SMP ke SMA maupun yang berhenti sebelum menyelesaikan pendidikan. Pada jenjang SD, tercatat sebanyak 865 anak putus sekolah pada tahun 2024, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor sosial, ekonomi, dan akses pendidikan
Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023 menunjukkan, bahwa tingkat pendidikan masyarakat di Provinsi Sulawesi Tengah masih tergolong rendah. Sekitar 57,61% penduduk usia 10 tahun ke atas hanya menamatkan pendidikan hingga jenjang SD atau lebih rendah, sementara yang berhasil menempuh pendidikan di atas SMA mencapai sekitar 10,19%. Kondisi ini mencerminkan masih besarnya tantangan dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta pemerataan akses layanan pendidikan di Provinsi Sulawesi Tengah.
Dengan dukungan anggaran yang signifikan dan sinergi antara pemerintah pusat, DPR RI, dan pemangku kepentingan lain, Kemendikdasmen menegaskan komitmennya untuk terus memperluas akses, meningkatkan mutu, serta memperkuat karakter peserta didik di seluruh wilayah Indonesia.
Berita ini dikutip dari :
#PendidikanKarakter
#PendidikanBerAKHLAK
#KemendikdasmenRAMAHdanSANTUN
#PendidikanBermutuUntukSemua
#BPMPSulawesiTengah
#KamiKaKomiu
Penulis : Ningsi
Editor : Tim Publikasi
Seberapa bermanfaatkah berita ini?
Berikan jumlah bintangmu untuk menilai Postingan ini!
Nilai rata-rata 0 / 5. Jumlah Voting 0
Belum ada penilaian!