Palu, 23 Februari 2026
Palu, 22 Februari 2026 – Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah (BPMP Sulteng) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Training of Trainers (ToT) Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan. Kegiatan berlangsung pada 22–24 Februari 2026 di Banua Ntodea, Kantor BPMP Sulawesi Tengah, Kota Palu.
Bimtek dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Drs. H. Firmanza DP, S.H., M.Si. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa SPMB merupakan tahapan strategis dalam menjamin akses pendidikan yang adil dan merata. Ia berharap pelaksanaan SPMB di Sulawesi Tengah berjalan jujur, transparan, dan terintegrasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.
“Melalui sistem digital yang transparan, kita ingin meminimalisasi praktik yang tidak sesuai aturan serta memastikan setiap anak memperoleh hak pendidikan,” ujarnya.
Kepala BPMP Sulawesi Tengah, Dr. Muhammad Anis, S.Si., M.Si., menekankan pentingnya percepatan penyusunan petunjuk teknis (juknis) agar sosialisasi kepada masyarakat dapat dilakukan lebih awal. Ia juga menegaskan bahwa Data Pokok Pendidikan (Dapodik) menjadi satu-satunya sumber data dalam penetapan daya tampung sekolah negeri.
“Tidak boleh ada anak yang tidak sekolah. Analisis daya tampung harus berbasis data lulusan jenjang sebelumnya, termasuk di wilayah perbatasan,” tegasnya.
Ketua panitia melaporkan, Bimtek ini bertujuan memperkuat pemahaman regulasi terbaru, termasuk Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025 tentang Juknis SPMB serta ketentuan penetapan daya tampung sekolah.
Kegiatan diikuti 40 peserta yang terdiri atas penanggung jawab SPMB dan operator Dapodik dinas pendidikan kabupaten/kota dan provinsi, perwakilan Ombudsman Sulawesi Tengah, serta kepala cabang dinas wilayah.
Selama tiga hari, peserta menerima materi terkait kebijakan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027, mekanisme verifikasi dan validasi jumlah murid dan rombongan belajar, analisis perhitungan daya tampung, serta manajemen talenta murid sesuai regulasi terbaru. Metode pelatihan meliputi paparan materi, praktik, dan penyusunan draf juknis SPMB yang akan ditetapkan oleh kepala daerah masing-masing.
Melalui kegiatan ini, BPMP Sulawesi Tengah menegaskan komitmennya dalam mengawal mutu pendidikan sejak tahap awal penerimaan murid baru secara profesional, transparan, dan akuntabel.
#PendidikanKarakter
#PendidikanBerAKHLAK
#KemendikdasmenRAMAHdanSANTUN
#PendidikanBermutuUntukSemua
#BPMPSulawesiTengah
#KamiKaKomiu
Sumber : Hestin
Editor : Tim Publikasi
Seberapa bermanfaatkah berita ini?
Berikan jumlah bintangmu untuk menilai Postingan ini!
Nilai rata-rata 0 / 5. Jumlah Voting 0
Belum ada penilaian!